1. Jangan memberitahukan detail informasi perbankan dan password E-Banking anda kepada orang lain. Jangan pula menyimpannya dalam komputer atau mengirimnya melalui email.
2. Ubahlah password E-Banking Anda secara berkala.
3. Jangan percaya dengan email yang disertai dengan link ke sebuah situs web yang meminta Anda untuk melakukkan verifikasi detail informasi pribadi, termasuk informasi perbankan anda
4. Pastikan saat akan bertransaksi, Anda mengunjungi situs yang benar. Mulailah dengan membuka sesi browser yang baru, dan ketikkan alamat situs secara lengkap dan benar pada baris alamat dibrowser. Hal ini dilakukan untuk mencegah Anda diarahkan ke alamat situs palsu yang mirip dengan situs E- Banking Anda.
5. Jangan tinggalkan komputer saat sedang bertransaksi.
6. Setelah transaksi selesai, pastikan Anda benar-benar keluar dari akun online Anda (log out).
7. Pastikan komputer yang Anda gunakan sudah ter-install antivirus dan aplikasi keamanan lainnya. Rajinlah mengupdate program antivirus Anda secara berkala.
8. Saat bertransaksi, hindari menggunakan komputer yang tak bisa dipercaya, contohnya komputer warnet.
Source : Harian Sindo
:. mypoda
Tuesday, September 25, 2012
Thursday, September 20, 2012
Hipotesa Tuhan
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang
mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan
segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".
"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".
"Tentu saja," jawab si Profesor,
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".
"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".
"Tentu saja," jawab si Profesor,
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Sunday, September 16, 2012
READER FOR LEADERS!
Selalu ada alasan untuk berharap
Ia telah dikeluarkan dari perguruan tinggi dan upaya-upaya bisnis nya telah gagal. Kini saat ia berdiri di tepi danau Michigan di tengah sapuan angin pada suatu malam musim dingin, pria berusia 32 tahun itu melihat langit di atas untuk terakhir kalinya seraya bersiap untuk melemparkan diri ke dalam air yang sangat membekukan.
Itu adalah saat yang mencekam. Ia merasakan semburan ketakjuban saat ia melihat langit berbintang dan pikiran ini membakar benaknya: “kamu tidak berhak menhabisi dirimu sendiri. Kamu bukanlah milikmu! R. Buckminster Fuller berjalan meninggalkan danau itu dan memulai kembali dari awal.
Buckminster Fuller Born July 12, 1895
Milton, Massachusetts, United States Died July 1, 1983 (aged 87)
Los Angeles, United States
Occupation designer, author, inventor Spouse Anne Hewlett (m. 1917)
Children 2: Allegra Fuller Snyder and Alexandra who died in childhood
Ia telah dikeluarkan dari perguruan tinggi dan upaya-upaya bisnis nya telah gagal. Kini saat ia berdiri di tepi danau Michigan di tengah sapuan angin pada suatu malam musim dingin, pria berusia 32 tahun itu melihat langit di atas untuk terakhir kalinya seraya bersiap untuk melemparkan diri ke dalam air yang sangat membekukan.
Itu adalah saat yang mencekam. Ia merasakan semburan ketakjuban saat ia melihat langit berbintang dan pikiran ini membakar benaknya: “kamu tidak berhak menhabisi dirimu sendiri. Kamu bukanlah milikmu! R. Buckminster Fuller berjalan meninggalkan danau itu dan memulai kembali dari awal.
Buckminster Fuller Born July 12, 1895
Milton, Massachusetts, United States Died July 1, 1983 (aged 87)
Los Angeles, United States
Occupation designer, author, inventor Spouse Anne Hewlett (m. 1917)
Children 2: Allegra Fuller Snyder and Alexandra who died in childhood
Friday, September 14, 2012
Love it's like waiting a Bus
Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bis
Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
"Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!
Aku tunggu bis berikutnya aja deh."
Kemudian, bis berikutnya datang.
Kamu melihatnya dan berkata,
"Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,
tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu.
Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
"Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku".
Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.
Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
"Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!
Aku tunggu bis berikutnya aja deh."
Kemudian, bis berikutnya datang.
Kamu melihatnya dan berkata,
"Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,
tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu.
Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
"Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku".
Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.
Subscribe to:
Comments (Atom)


